Minggu, 09 Juni 2019

Jalan-Jalan Ke Taman Hutan Kota Balas Klumprik, Surabaya


Tanggal 9 Juni 2019


Taman Hutan Kota Balas Klumprik adalah sebuah taman kota yang memiliki kolam ikan (lebih tepat empang) dan banyak pepohonan (rencananya), serta jalan setapak yang mengelilingi seluruh taman. 
Taman ini ada di jalan Balas Klumprik, Surabaya yg nyambung dgn jalan Kebraon 2


Ngapain ke sana? begitu mungkin pikiran anda ...
Jawabnya adalah kami kemari utk survey ... siapa tahu tempat ini bisa dipake utk kegiatan luar ruang bagi pendidikan anak2 atau pun kegiatan bersama  ... kami sedang mencari alternatif lokasi lah ceritanya.

Sesampai di sana... Wuiih sueeepiii (apakah mungkin karena hari kami datang adalah hari Minggu dan masih suasana libur lebaran) ... Pintu masuk setelah parkir sangat sepi ... hanya ada 1 - 2  orang.


Di areal foodcourt di sebelah kanan pintu masuk, ada beberapa warung yg buka tetapi warung2 tersebut tidak menjual makanan berat, namun hanya camilan dan minuman ringan (kopi, teh). Kalo mengadakan kegiatan di sini, dan berharap ada makanan berat, harus pesan dulu ke pemilik warung agar mereka dapat menyiapkannya.

Kami kemudian mencoba berkeliling utk melihat-lihat hingga ke dalam taman. Kami menyusuri jalan setapak berpaving yg tampaknya baru saja selesai (ternyata memang baru selesai seminggu lalu, menurut penjaga dinas pertanian saat kami sempat bertanya jawab dengan beliau).

Lho koq Dinas Pertanian? Ya taman ini bukan dikelola Pemkot Surabaya tetapi oleh Dinas Pertanian ... Maka kalo ingin menggunakan satu hari (untuk berkemah misalnya), maka kita harus mengajukan ijin ke kantor dinas pertanian yg ada di dalam taman ini, bukan ke pemkot Surabaya.

Kesan kami, taman ini seperti belum benar2 jadi hutan meski namanya hutan kota, Krn pepohonannya banyak yg masih kecil. Tanahnya seperti berlumpur sehingga saat kering tampak pecah2. Di tanah kering itu, tampak banyak sekali lubang-lubang kecil dengan kumpulan bekas galian di sekeliling lubang ... Ini pasti sarang hewan ... Bisa kepiting (biasa dinamai Yuyu) atau belut atau kodok atau entah apa lagi. Dan sebagian besar tanah di dalam areal taman ini seperti itu, maka kalo menggelar tikar koq ya rada ragu2 ... Namun kata penjaga taman yg sempat kami tanyai, areal taman ini bisa dipake utk kemping (Pramuka misalnya).

Sayang, taman ini agak kurang terawat, tidak sebagus taman harmoni keputih yg penuh bambu2 instagramable. Meski ada beberapa lokasi properti yang cocok utk dijadikan obyek foto yang instagramable, tetapi agak kurang terawat dan kurang tertata ... sungguh sayang ... padahal di era modern begini, obyek foto instagramable adalah satu keharusan.
Sayang ... yang hanya ini yang bisa kami rasakan selama berkeliling di taman ini selama hampir 1 jam.
Terakhir, taman ini bisa dibilang buka hampir 24 jam karena masih bisa terima tamu hingga sampe PK.23 malam ... Kata penjaganya ada lampu2 di banyak lokasi ... Tapi kami koq jadi gak yakin bakal cukup terang dan menarik utk bisa difoto.

Amat sangat disayangkan padahal punya potensi besar ... semoga tahun2 mendatang bisa jadi lebih baik